Unplugged Coding adalah sebuah metode belajar dasar-dasar pemrograman dan logika berpikir komputasional yang dilakukan tanpa menggunakan perangkat digital seperti komputer atau gawai. Metode ini menggunakan aktivitas fisik, permainan, kartu konstruksi, dan bahan sederhana lainnya untuk mengenalkan konsep-konsep algoritma, dan pemecahan masalah secara konkret dan menyenangkan.
Kegiatan ekstrakurikuler dilaksanakan setiap hari Jumat pukul 10.00-11.00 WIB setelah pulang sekolah dan bertempat di TKIT Asy Syaffa. Mengapa mengenalkan Coding tanpa perangkat digital? Jawabannya adalah bahwa aktivitas unpluuged coding dapat menumbuhkan kerjasama, konsentrasi, dan kreativitas, melatih motorik kasar dan halus melalui gerakan. Pada anak usia dini, kegiatan yang melibatkan motorik kasar sangat membantu anak dalam meningkatkan pertumbuhan fisik, kekuatan tubuh, kesehatan tulang; perkembangan kognitif seperti fokus dan pemecahan masalah; serta perkembangan emosional dan sosial, seperti kemandirian, percaya diri, dan kemampuan berinteraksi dalam kelompok.
Bahaya gadget pada anak usia dini dapat menyebabkan gangguan fisik, seperti masalah mata, obesitas, kecemasan, sulit mengontrol emosi serta gangguan sosial seperti ketergantungan pada interaksi virtual dan menurunnya kemampuan sosial di dunia nyata. Penggunaan gadget yang berlebihan juga dapat menghambat perkembangan kognitif dan bahasa pada anak.
Aktivitas yang dirancang dalam program ekstrakurikuler unplugged coding di TKIT Asy Syaffa diantaranya sequencing (urutan langkah), tujuannya untuk mengenalkan anak bahwa setiap aktivitas dilakukan dengan urutan. Anak akan dikenalkan arah tujuan. Kemudian Algoritma sederhana untuk mengenalkan langkah-langkah yang berurutan untuk mencapai tujuan. Pattern recognition yakni mengenalkan pola tertentu, dan masih banyak lagi lainnya. Aktivitas ini juga dikenalkan di kelas-kelas, namun terintregrasi dengan aktivitas harian.









Tinggalkan Balasan