Tokoh dunia Salahudin Al Ayyubi dikenal sebagai panglima perang, namun ia juga dikenal karena kepiawaiannya dalam berdiplomasi dan sikap ksatrianya. Sikapnya yang adil membuat ia dihormati bukan hanya oleh umat muslim namun dihormati pula oleh musuh. Ia lahir di Tikrit Irak (1137-1193). Diplomat muda muslim yang cerdas sekaligus ahli strategi perang lainnya yakni sultan Muhammad Al Fatih, ia berasal dari Turki. Karena kemampuan berdiplomasi inilah, Salahudin Al Ayyubi mampu diterima rakyatnya dengan damai.
Dari Indonesia kita mengenal Haji Agus Salim, dijuluki “The Grand Old Man” lahir di Sumatra Barat pada tahun 1884. Ia merupakan diplomat ulung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Ia mewakili Indonesia dalam berbagai konferensi internasional seperti PBB. Haji Agus Salim mampu berbicara dalam banyak bahasa (Arab, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis) sehingga ia mudah berbicara dengan tokoh dunia.
Dengan kecerdasan dan keluwesan berdiplomasi, ia berhasil meyakinkan dunia internasional tentang eksistensi Indonesia yang merdeka. Haji Agus Salim selalu menekankan akhlak, kejujuran, dan sopan santun dalam berdiplomasi. Beliau menjadi teladan bahwa nilai-nilai Islam bisa diterapkan dalam politik dan hubungan internasional.
Dari Haji Agus Salim kita dapat meneladani sikap beliau yang pandai bernegosiasi dengan cara santun namun tegas. Beliau menggunakan ilmu dan bahasa sebagai alat perjuangan. Ia membuktikan bahwa perjuangan tidak hanya dilakukan dengan senjata namun juga melalui diplomasi. Diplomasi diperlukan kemampuan berbicara dan ilmu pengetahuan yang mumpuni.
Training Billingual School yang diikuti semua guru KB-TKIT Asy Syaffa bertujuan untuk meningkatkan kemampuan bahasa dengan berbekal spirit of the hero para pahlawan muslim. Dengan harapan anak-anak didik akan berperan dalam membangun peradaban di masa yang akan datang. Ilmu dan bahasa mampu menjadi alat perjuangan bagi para guru di KB-TKIT Asy Syaffa dan bermanfaat bagi umat.



Tinggalkan Balasan